adakah kendala pada saat dilaksanakanya kongres pemuda ?

Jadwal pelaksanaan Kongres Pemuda Indonesia Pertama ditetapkan, mulai dari tanggal 30 April 192 sampai dengan tanggal 2 Mei 1926. Berkat kerja sama dan kerja keras Panitia Kongres, dalam bulan maret 1926, hamper semua masalah teknis dan administrative untuk pelaksanaan Kongres Pemuda Indonesia Pertama, telah diatasi. Namun, masih ada satu masalah yang belum sempat diselesaikan.
Yakni, surat izin kepolisian Hindia Belanda. Pada masa itu, semua kegiatan yang diselenggarakan oleh pemuda Indonesia di ibu kota Hindia Belanda, harus memperoleh izin lebih dulu dari pembesar Kepolisian Hindia Belanda. Pembesar yang berwenang itu, berpangkat Komisaris Kepala.Seorang Belanda totok, bernama Visbeen. Ibu kota Hindia Belanda, adalah Jakarta. Oleh Belanda, Jakarta diganti menjadi Batavia. Karena saat pelaksanaan Kongres Pemuda Indonesia Pertama sudah makin mendekat, M. Tabrani didesak oleh rekan-rekannya agar mereka mengurus surat izin itu.
Sebagai Ketua Panitia, tentu saja M. Tabrani tak dapat menolak desakan rekan-rekannya. Maka, segera pula ia berangkat menuju ke Markas Besar Kepolisian Hindia Belanda. Ia dibekali setumpuk dokumen, untuk memenuhi syarat-syarat permohonan izin guna melaksanakan Kongres Pemuda Indonesia Pertama.
Ketika tiba di tempat yang dituju, M. Tabrani terkejut karena bertemu dengan beberapa teman sekolahnya dulu.Kepada ketiga orang teman sekolahnya itu, M. Tabrani mengemukakan maksudnya untuk bertemu dengan Visbeen.Ia juga mengemukakan secara ringkas, apa maksud tujuan menyelenggarakan Kongres Pemuda Indonesia Pertama. Setelah mendengar apa yang dikemukakan M. Tabrani, ketiga orang tadi serentak menyatakan akan memberikan bantuannya. Pada hari yang ditetapkan, M. Tabrani dating berkunjung lagi ke kantor Visbeen. Di sna ia disambut dengan senyum rama oleh Abdulrahman dan teman-teman lainnya. Abdulrahman membisiki M. Tabrani, “Kami sudah menyarankan kepada Visbeen, agar mengeluarkan surat izin.” M. Tabrani tersenyum lalu berkata lirih, “Terima Kasih”.


LihatTutupKomentar